Tampilkan postingan dengan label PEMUDA DAN HIJRAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMUDA DAN HIJRAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2017

SHOLEH DAN SHOLEHAH ?

Apakah laki-laki sholeh atau wanita sholehah itu adalah mereka yang kuliahnya jauh di Timur Tengah atau perguruan Islam Nusantara lainnya yang bergelar Lc, S.Hi, S.Pdi atau S.Psi ?.

Ternyata bukan. Gelar dan tingkatan pendidikan tidak menjamin seseorang menjadi sholeh atau sholehah, akan tetapi itu hanyalah sebagai wasilah untuk ia menjadi sholeh dan sholehah.

Apapun pendidikannya dan dimanapun belajarnya, bukan standar baku untuk kesholahan atau kesholehahan seseorang.

Tapi Rasulullah SAW memberi tahu kita cirri-ciri, siapa mereka laki-laki sholeh dan wanita sholehah yang dengan mereka, Sorga itu terasa begitu dekat ( hehehehe…)

·         Laki-laki sholeh.

Rasulullah SAW bersabda:

" Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya." (HR Tirmidzi).

Ternyata tanda kesempurnaan Iman dan kesholehan seorang laki-laki terletak kepada "Baiknya Akhlak".

Kenapa Akhlak?
Karena kesempurnaan akhlak akan mengantar seseorang mengenal Rabnya, itulah sebabnya Rasulullah SAW mengatakan bahwa tujuan beliau diutus adalah untuk menyempurnkana akhlak manusia.

Kenapa Akhlak?
Karena Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Sorga, Rasulullah SAW menjawab " Takwa dan Akhlak yang baik" (HR. Tirmidzi)

Nah disaat banyaknya orang yang berharap seseorang yang dengann bersamanya Sorga itu terasa dekat, inilah ciri-ciri mereka " Berakhlak yang baik".

·         Wanita Sholehah.
Kebanyakan hadits-hadits yang berkaitan dengan kesholehahan seorang wanita lebih banyak memposisikan diri mereka sebagai istri, mari kita lihat.

Rasulullah SAW bersabda: "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki? ialah istri sholehah, yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud).

Pertama: Menyenangkan jika dipandang.
Haruskah cantik?. Tidak harus secantik polesan artis, minimalnya enak dipandang dan menyejukkan mata.

Kedua: Taat jika diperintah.
Bahasa orang sekarang "Penurut", tidak banyak cincong dan siap berjuang bersama menghadapi kerasnya gelombang arus kehidupan (cieee…).

Ketiga: Menjaga kehormatan.
Karena kehormatan seorang wanita adalah harga yang sangat mahal dalam agama ini. Cara berpakaian, berbicara, berjalan, melihat dan semua tindak tanduk lainnya sesuai tuntutan agama.


Jika seseorang telah mendapatkan wanita tersebut, sungguh Allah SWT telah mengkaruniakan kepadanya surga sebelum surga. 

KEJUJURAN DAN CINTA

Dikisahkan bahwasannya pada suatu ketika Abu Aqil menunaikan ibadah haji. Ia merupakan seorang ahli ilmu dan yang faqir dan tidak punya apa-apa kecuali perlengkapan pas-pasan untuk haji saja. Ketika menunaikan ibadah haji, ia menemukan sebuah kalung mutiara yang jika dijual bisa menjadikan seseorang kaya raya.

Maka ia mencari-cari pemilik kalung tersebut di kerumunan jemaah haji, sehingga seseorang mengatakan kepadanya bahwa ada seorang Kakek yang sudah tua mencari kalungnya yang hilang.

Maka Abu Aqil mendatangai Kakek tersebut dan menanyakannya:
" Apa anda mempunyai sebuah kalung ? "
Kakek itu menjawab " Iya".
" Apakah hilang ? "
Kakek itu menjawab " Ya "
" Bagaimana ciri-cirinya"
Kakek tersebut menjelaskan ciri-cirinya dan ia pun memberikan pada Kakek tersebut
" Ambillah, ini adalah kalungmu dan saya sudah mencari-carimu semenjak dari awal haji dulunya".
-
Saat musim haji berakhir, Abu Aqil menuju ke Baitul Maqdis dan melewati Syam sebelum pulang ke kampung halamannya. Maka sampailah ia disebuah mesjid di Halab dalam cuaca yang begitu dingin menusuk dan menunaikan sholat di sana. Ia tak memiliki apa-apa, berada dalam keadaan lapar hingga akhirnya ia tertidur di mesjid tersebut.

Pada saat subuh datang, masyarakat melihat Abu Aqil yang sudah berada duluan di dalam mesjid. Mereka memintanya untuk mengimami mereka sholat subuh dan kemudian mereka mengatakan bahwasannya Syeikh yang biasa menjadi imam sholat telah meninggal dan tak ada yang bisa mengimami sholat di antara mereka. Setelah subuh pertama tersebut, mereka meminta Abu Aqil agar lebih lama lagi bersama mereka dan mengimami sholat, hingga berjalan beberapa waktu lamanya.

Hingga pada suatu hari, jamaah bercerita kepada Abu Aqil bahwasannya Syeikh yang biasanya menjadi imam di mesjid tersebut meninggalkan seorang anak perempuan yang belum menikah. Maka jamaah mesjid menawarkan kepada Abu Aqil untuk menikahinya agar nantinya Abu Aqil bisa tinggal besamanya dan mengimami mereka sholat.

Abu Aqil menjawab, " Ya saya mau menikahinya, akan tetapi saya tidak punya apa-apa, saya seorang yang miskin".
Para jamaah menjawab," Insyaallah dia adalah wanita yang baik, sholehah dan kehidupannya juga cukup. Dia mempunyai sebuah rumah peninggalan ayahnya yang hanya dia tinggalinya seorang diri, kami akan membantumu untuk menikahkanmu dengannya".

Berkat bantuan jamaah, akhirnya Abu Aqil menikahi wanita tersebut dan tinggal bersamanya kemudian dinobatkan menjadi Imam sholat bagi jamaah di mesjid tersebut.
-
Hingga suatu hari Abu Aqil melihat kalung yang dulunya ia temukan sewaktu haji dipakai oleh istrinya.
Maka Abu Aqil berkata: Subhanallah, dari mana engkau mendapatkan kalung mutiara ini ?.
Istrinya menjawab," Kalung ini adalah milik ku".
"Bagaimana mungkin bisa ini adalah kalungmu",
Maka Abu Aqil menceritakan peristiwa saat ia berhaji dulunya dan mendapatkan kalung tersebut dan ia memberikannya kepada seorang Kakek tua.

Maka tak kala Abu Aqil menceritakan peristiwa itu, istrinya berkata, " Kakek tua itu adalah Ayahku"

Maka istrinya mengatakan," Sesungguhnya Ayah saya pernah berdoa: Ya Allah, nikahkanlah anak perempuan saya ini dengan laki-laki seperti pemuda yang telah mengembalikan kalung ini kepada saya"

"Ayah saya juga telah menceritakan peristiwa di musim haji tersebut dan memujimu dengan sifat amanahmu. Maka Ayah saya berdoa agar saya menikah dengan seorang laki-laki seperti dirimu. Akan tetapi Ayah saya tidak pernah mengetahui, bahwasannya Allah menjawab doanya dan mempertemukanku dan menikahkanku dengan dirimu sesungguhnya.

*, Begitulah balasan tunai bagi mereka yang menunaikan amanah, bahwasannya balasan yang akan diberikan Allah lebih besar dari pada sebuah amanah yang kita tunaikan. Namun jika sebuah amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran *.


#Amanah membawa berkah =D

STYLE IKHWAH GAUL

·         Laki-laki keren itu harus selalu tampil harum dan wangi.
Karena Rasulullah SAW menyenangi wangi-wangian, beliau bersabda: "Kesenangan dunia yang paling aku sukai adalah wanita dan minyak wangi" (HR. Tirmidzi).

Berbeda dengan wanita, Rasulullah menganjurkan laki-laki memakai wangi-wangian yang sangat harum baunya. Beliau bersabda: " Sesungguhnya minyak wangi bagi laki-laki itu adalah yang kuat baunya dan tidak mencolok warnanya, sedangkan minyak wangi bagi wanita itu kuat warnanya dan tidak mencolok baunya". (HR Tirmidzi).

·         Laki-laki keren harus berjenggotkah ?.
Jika rambut adalah mahkota bagi wanita, maka jenggotlah mahkotanya laki-laki. Maka siapa rela mahkotanya dicukur habis ( hehehe ). Intinya berjenggot adalah sunnah Rasulullah dan laki-laki yang berjenggot akan terlihat akan lebih tampan dan awet muda. Anda tidak percaya? Silahkan pada istri anda, (tapi jangan istri orang ya…) =D.

Apa harus panjang?. Kalau belum bisa panjang-panjang, jagalah seberapa bisa. Yang penting, harus tetap rapi ya Bro…

·         Isbal ?
Nah maslah isbal atau memanjangkan pakaian ini kalau kita tidak membahas dengan hati yang jernih, bisa bikin ribet ini. Maka kita lihat saja ulama-ulama yang kalem dalam memahami hadis larangan isbal ini.

Kenal Imam Nawawi? Itu yang menulis kitab " Riyadus Sholihin dan Syarah Shohih Muslim" yang biasa kit abaca di mesjid-mesjid kita.

Atau kenal Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani? Beliau adalah pensyarah kitab Shohih Bukhari terbaik sepanjang zaman. Bayangkan, lebih dari 50 banyaknya ulama yang mencoba mensyarah Kitab Shohih Bukhari, beliaulah yang terbaik. Nama kitabnya "Fathul Bari".

Apa kata Ulama Rabbani ini?
Mereka mengatakan, isbal itu haram jika diikuti dengan kesombongan. Jadi kalau tampa kesombongan, maka hilanglah keharamannya. Tapi kalau kita sengaja memanjangkan pakaian untuk kesombong, nah ini yang gak boleh. Begitu  juga orang yang tidak isbal tapi sombong, juga tidak boleh.

Intinya jauhi sifat sombong. Oke Bro…

·         Pakai Jalabiah Arab ?
Nah akhir-akhir ini kita lihat, sudah mulai banyak yang memakai "jalabiah" di tempat-tempat kita, akhirnya sudah menjadi pemandangan yang biasa, maka aman. Tapi keren lho kalo pakai jalabiah itu. Saya juga salah satu yang lebih nyaman pakai jalabiah. ( hehehe ).

Tapi perlu diperhatikan kalau ditempat yang belum terbiasa masyarakatnya dengan pakaian seperti itu, jangan dipakasakan. Takut fitnah ( pakai "ef" bukan "pe" ).

Imam Ahmad Bin Hanbal pernah menegur seseorang yang berpakaian ala ke Arab-Araban ketika di Baghdad. Beliau memanggilnya dan memarahinya sambil berkata berkata: " Tidakkah cukup bagimu pakaian orang-orang Baghdad ini engkau pakai?", sehingga pintu fitnah itu tertutup.

·         Pakai cincin ?
Saat wanita diperbolehkan memakai cincin emas, laki-laki disunnahkan pakai cincin perak. Tapi jangan sampai salah pasang ya sob. Sayyiduna Ali Karromallahu wajhah  mengatakan bahwa Rasulullah melarangnya memakai cincin di jari telunjuk dan jari tengah.

Jadi laki-laki itu lebih baik memakai cincin di jari manis atau kelingking dan urusan tangan yang mana kiri atau kanan, dua duanya sama-sama diperbolehkan, begitu kata Imam Nawawi.

Jadi sudah siap menjadi laki-laki keren di tahun 2017 ?

Mari persiapkan diri. 

USTADZ ABDUL SOMAD. Lc, MA. DIMATA PENIKMAT CERAMAH-CERAMAHNYA

Beberapa waktu terakhir, dinding wall facebook saya dipenuhi oleh kiriman dari kawan-kawan netizen yang membagikan video-video ceramahnya Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Video yang telah dibagi menjadi potongan-potongan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan atau nasehat-nasehat yang menyentuh tersebut, telah dilihat dan disaksikan puluhan ribu bahkan ratusan ribu kali.

Video beliau tidak hanya dibagikan oleh akun-akun dalam negeri saja, namun beberapa akun facebook yang saya liat juga berasal dari negeri tetangga Jiran Malaysia dan Brunai Darussalam.

Dikesempatan lain, saat saya berkunjung kesebuah rumah kawan, terdengar dari bilik kamarnya ceramah Ustadz Abdul Somad diputar dengan speaker volume tingkat tinggi, sedangkan ia di dapur sedang memasak.

Saya secara pribadi sudah hampir setahun terakhir menikmati ceramah-ceramah beliau. Ceramah yang disampaikan dengan santai, bahasa yang mudah dipahami dan lucu-lucuan yang berbobot itu, membuat daya tarik tersendiri bagi saya untuk bertahan berjam-jam menatap layar laptop mendengar ceramah-ceramah beliau. Saya rasa, tidak banyak yang memiliki skil dan kemampuan berceramah seperti yang beliau miliki saat ini.

Ada beberapa daya tarik dan kelebihan dari Ustadz Abdul Somad yang saya amati dari puluhan bahkan ratusan video-video beliau yang sudah saya tonton. Saya bukan bermaksud mengkultuskan beliau, namun ini merupakan bentuk rasa syukur dengan hadirnya sosok beliau ditengah jagat internet disaat umat butuh pencerahan yang menenangkan.

1.       Sosok yang penuh dengan ketawadhu'an.

Dengan berpeci hitam "Nasional" dan baju koko khas, beliau selalu tampil memukau di depan para jamaah. Jika diperhatikan sekilas, mungkin tidak banyak yang menyangka kalau beliau adalah sosok ulama dengan ilmu yang luas. Karena memang pembawaan beliau biasa-biasa saja dengan ketawadhuan beliau.

Kalau anda memang penggeram video-video beliau, tentu anda akan tahu cerita beliau "dicuekin" saat diundang  di sebuah mesjid dibulan ramadhan untuk berceramah. Pengurus mesjid mengumumkan: "Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA penceramah kita hari berhalangan hadir jadi kita lansung sholat tarawih".

"Heheheh… padahal saya sudah dari pukul setang delapan duduk saf itu" cerita beliau.

2.       Materi yang ringan namun berbobot dan renyah.

Tak jarang, beliau selalu menyelipkan lucu-lucuan yang berbobot dalam ceramahnya, sehingga pendengar tidak mudah bosan dan bisa berjam-jam duduk untuk mendengarkan beliau berceramah. Walaupun sebenarnya isi ceramah tersebut berat, namun dengan penyampaian yang super, materi itu jadi ringan dan mudah dipahami.
3.       Materi yang mencerahkan dan membukak wawasan.

Tak jarang kita melihat sebagian ustaz-ustaz dalam ceramah-ceramah mereka terkesan memaksakan pendapat dan tanpa pembanding; sehingga menjadikan pemahaman yang sempit yang sebenarnya maknanya bisa seluas samudera yang luas. Nah disinilah kelebihan Ustaz Abdul Somad yang selalu membuka wawasan kita untuk berpikir, memperluas wawasan dan melapangkan dada.

Tak jarang beliau menyebutkan perbedaan pandangan para ulama dalam berbagai persolan beserta dalil masing-masing, sehingga kita bisa tahu kalu ini adalah masalah yang lapang dan tidak perlu terlalu diperdebatkan. Perlapang dada dan legowo menerima khilafiayah para ulama; sehingga agama ini terasa indah dan menentramkan, tidak galak dan terlihat ekstrim.


4.       Menyertakan dalil dan perkataan para Ulama dalam setiap permasalahan berikut reverensi dari kitab.

Seakan beliau hafal ratusan atau mungkin ribuan hadis. Ceramahnya mengalir begitu saja dan enak didengaril. Jika dalam sesi tanya jawab, setiap masalah yang ditanyakan akan dijawab dengan dikuatkan dengan dalil dari Al-quran dan Sunnah, atau seminimalnya pendapat para ulama yang telah diakui keilmuannya.

Dalam beberapa kesempatan beliau menyebutkan reverensi dari kitab klasik atau kitab kontemporer sehingga bisa kembali dirujuk.


5.       Tidak menonjolkan diri pribadi.

Seringkali dalam ceramah-ceramahnya, beliau merekomendasikan para ustaz lainnya untuk didengarkan nasehat dan ceramahnya. Bahkan tak jarang beliau merekomendasikan para ustaz dari mereka yang terlihat agak berbeda pendapat dengan beliau. Namun dengan dasar mencari kebenaran, beliau tak segan-segan untuk memuji dan merekomendasikan mereka pada para jamaah.

Ada beberapa nama yang sempat saya dengar yang pernah beliau sebut, diantaranya: Buya Yahya (Majelis Al-Bahjah), KH. Muhammad Idrus Romli dan Abdullah Alhadrami (salah satu ustaz Salafy). Dan dalam beberapa status facebooknya, beliau juga mengutip perkataan ustaz-ustaz lain misal Ustaz Oemar Mita dan lain-lain.

6.       Bahasa Khas Melayu ke Minang-minangan.

Poin ini yang seringkali membuat saya tertawa, karena saya orang Minangkabau dan paham bahasa melayu jadi ikut menghayati lucuan yang beliau bawakan. Karena kebanyakan materi yang berat dan terlalu monoton banyak orang yang tak siap menerimanya. Namun dengan sedikit lucu-lucuan, ceramah jadi hidup dan tidak tegang.
Kadang sesekali mengunakan bahasa Inggris, prancis, jawa, sunda dan bahasa-bahasa lain.

7.       Sesi tanya jawab yang selalu di tunggu-tunggu.

Banyak persolan terselesakan pada sesi ini, semua persoalan hidup terjawab sudah pada sesi ini. Jawabannya menentramkan, membuka wawasan dan  tidak terkesan memaksa.

8.       Up to date.

Beliau tidak ketinggalan informasi-informasi terkini terkait dunia islam dalam dan luar negeri. Sehingga banyak informasi baru yang kita dapatkan.
-
Itulah beberapa keunikan dan kelebihan yang dapat saya tuliskan, walaupun masih banyak kelebihan-kelebihan beliau lainnya yang mungkin kalau ditulis akan begitu banyak.

Saya tidak mensucikan beliau dari kesalahan, namun ini dalam rangka "tahaddus binni'mah" dengan harapan semoga semakin banyak para ustaz dan generasi penerus dakwah lainnya yang dapat memberikan pencerahan pada umat dengan cara yang hikmah dan menentramkan.

Semoga Allah SWT selalu menjaga dan memberikan kesehatan pada beliau, sehingga dakwah ini tetap hidup dan berjalan. 

IBU ADALAH MADRASAH (UTAMA)

Beberapa waktu yang lalu saya menemui tulisan ini di dinding sebuah sekolah di pusat kota Kairo. Yang maksudnya lebih kurang begini:

"Ibu adalah madrasah (utama), jika engkau mempersiapkannya; maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik yang tangguh"

Kemudian, saya teringat kepada sesosok Ulama, yang saat ini salah satu dari karyanya dalam garapan saya (semoga cepat kelar), beliaulah Syeikh Ahmad Az-Zahid, seorang ulama yang hidup pada abad ke 8 Hijrah.

Beliau adalah seorang ulama yang memiliki perhatian khusus kepada kecerdasan para Ibu. Beliau memiliki pengajian khusus yang hanya dihadiri oleh para wanita saja. Bisa dikatakan, saat itu inilah pengajian khusus pertama yang diperuntukkan untuk kaum Ibu. Tentunya salah satu tujuan beliau adalah untuk mempersiapkan generasi terbaik.

-

Saya selalu tertarik untuk membaca, melihat dan mendengar segala hal yang berhubungan dengan kesuksesan para Ibu dalam mencetak generasi-generasi hebat. Karena saya meyakini, dibalik kesuksesan seseorang, pasti ada sosok Ibu yang hebat yang selalu mendoakan dan mendukung. 

-

Ibunda Imam Abu Hanifah…
Dalam sebuah kisah yang sangat masyhur disebutkan bahwasannya kedua orang tua Imam Abu Hanifah adalah dua orang insan yang dipertemukan dalam sebuah ketaatan. Ayahnya adalah seorang yang selalu menjaga perutnya dari segala makanan yang haram dan Ibunya adalah seorang wanita sholehah yang selalu menjaga, mata, telinga, tangan, kaki dan lisannya dari perkara-perkara yang haram.

Sehingga dari pasangan sholeh ini lahir generasi terbaik pada zamannya Imam Abu Hanifah, Nu'man bin Tsabit ra, salah seorang Imam Mazhab yang empat yang hingga saat ini fiqih dan ilmunya masih dipakai oleh jutaan umat manusia.

-

Ibunda Imam Malik…
Tak kala Imam Malik memasuki masa kanak-kanak, Ibunya memasangkan kepadanya sebuah sorban dan jubah layaknya seorang Ulama. Sang bunda berkata: " Wahai Malik pergilah ke majelisnya Rabi'ah dan belajarlah adab darinya sebelum engkau mempelajari Ilmunya". Sehingga saat ini semua umat muslim dari barat ke timur mengenal nama Imam Malik ra.

-

Ibunda Imam Syafi'i…
Ibunda Imam Syafi'i adalah seorang wanita yang cerdas dan faqih. Suatu ketika ia diminta oleh hakim untuk memberikan kesaksian bersama seorang wanita yang lain. Maka sang handak memisahkan antara Ibunda Imam Syafi'i dengan wanita yang lain untuk mendengarkan kesaksian keduanya dengan terpisah. Ibunda Imam Syafi'i dengan kecerdasannya tidak menerima hal itu karena hal tersebut menyalahi ketentuan syariat. Beliau membacakan sepotong ayat dalam surat Al-Baqoroh ayat 282:
"… Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka boleh dengan seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu redhoi, supaya jika seorang lupa, maka yang seorang mengingatkannya…".
Akhirnya sang hakim mengagumi kecerdasan Ibunda Imam Syafi'i dan mengabulkan penolakannya untuk dipisah.

Konon dikatakan karena kecintaan Imam Syafi'i kepada Ibundanya, ia menulis sebuah buku yang sangat fenomenal hingga saat ini yang beliau beri nama "Al-Um" yang artinya "IBU".

-

Ibunda Imam Ahmad Bin Hambal…
Imam Ahmad bin Hanbal hidup dalam keadaan yatim, ayahnya meninggal pada usia 30 tahun dan Ibunya lebih muda dari usia ayahnya. Walaupun telah ditinggal suami tercinta dalam usianya yang sangat muda, Ibunda Imam Ahmad memilih tidak menikah lagi demi sang anak. Ia hanya ingin memenuhi segala kebutuhan lahir dan batin pendidikan dan agama anaknya. Usaha Ibunda Imam Ahmad bin Hanbal tidaklah sia-sia, Imam Ahmad tumbuh dewasa dan menjadi Ulama yang kitab-kitabnya selalu dibaca dan dipelajari hingga kini.

Konon dikatakan, Imam Ahmad Bin Hambal menikah pada usia yang sudah cukup lanjut yang disebabkan kecintaanya kepada Ibunya, sehingga hari-harinya disamping menyampaikan Ilmu juga untuk merawat Ibunya.

-

"Jika saja Ibu adalah Madrasah, maka Ayahlah Kepala Sekolahnya".


Sebuah Madrasah favorit jika dikelola oleh seorang Kepala Sekolah yang berkompeten dan berkreadibilitas, maka Madrasah itu akan dapat menghasilkan alumni yang tangguh, kuat dan cerdas. Maka kenalilah diri kita masing-masing…".



ULAMA DAN JERUJI BESI

Nabi Yusuf memilih dipenjara dari pada harus menaati ajakan tuannya kepada kemaksiatan. Nabi Yusuf berkata: Wahai Robku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. (QS Yusuf: 33).

Imam Abu Hanifah pernah ditawari menjadi Qhadi namun dengan tegas beliau menjawab tidak. Kekuasaan politik yang saat itu dikuasi pemimpin yang zholim, akan memanfaatkan ketersohoran seorang Ulama demi mendukung kebijakan-kebijakan yang berada di luar batas keadilah. Akhirnya penolakan itu berhadiah penjara dan jeruji besi.

Khalifah Abu Ja'far pernah melarang Imam Malik untuk menyampaikan sebuah hadits, dengan alasan politis karena akan merugikan posisinya. Namun seorang Ulama sekelas Imam Malik paling pantang dibungkam dari kebenaran.  Bahkan setelah mendapatkan larangan tersebut, setiap kali beliau memulai majelis, hadis tersebutlah yang pertama kali beliau sampaikan, sehingga membuat Abu Ja'far marah. Kemudian Imam Malik dihadiahi sebuah hukman sehingga tanggannya kaku oleh kerasnya cambukan.

Imam Ahmad Bin Hambal lebih menyukai penjara dari pada harus menggadaikan aqidahnya kepada penguasa yang zhalim. Kekuatannya dalam mempertahankan akidah dan kebenaran menjadikannya syahid di dalam jeruji besi setelah menerima penyiksaan yang begitu berat.

Buya Hamka pernah mendekam di penjara karena fitnah, ketika beliau mencoba menyuarakan kebenaran. PKI yang saat itu berkuasa membuat Islam terpinggirkan yang akhirnya Presiden Soekarno membubarkan partai Islam Masyumi. Namun selama dipenjara Buya Hamka menghadiahi umat ini dengan sebuah kitab tafsir yang fenomenal, "Tafsir Al-Azhar".

-
Apakah dengan dipenjaranya para Ulama menjadikan mereka hina dan bungkam?. Tidak!! Bahkan mereka akan semakin dihormati dan dicintai umat. Semangat dakwah mereka tidak akan pernah terhalang oleh jeruji-jeruji besi, tidak akan pernah beku oleh dinginnya hawa pejara, tidak akan terhenti oleh kerasnya siksaan. Bahkan mereka semakin yakin, jalan itu semakin terlihat dan terang-benderang.

Penjara bukanlah tempat yang ditakuti oleh para Ulama, lembaran-lembaran sejarah telah mencatat tidak sedikit dari para Ulama dipenjara berhasil membakar semangat juang para pewaris dakwah setelahnya, dan tidak sedikit dari mereka telah menghasilkan karya besar dan fenomenal selama mendiami jeruji besi.

Ustadz saya dulu pernah menyampaikan sebuah Anekdok atau apalah namanya, beliau berkata" Antum belum dikatakan sebagai Ulama sebelum antum pernah mendiamai jeruji besi".

Mungkin benar apa yang beliau sampaikan, perjuangan para ulama akan selalu dihadapi dengan kepetingan penguasa dan nafsu kekuasaan dan hal tersebut adalah hal yang paling dibenci oleh para Ulama.

Para ulama tidak pernah mengkhawatirkan keselamatan diri mereka selama dakwah ini tegak kokoh berdiri. Jika mereka mati di atas kezholiman para penguasa, mereka akan tersenyum menyambut panggilan Robnya dalam kesyahidan, namun hati mereka menangis memikirkan nasib penerus dakwah yang mereka tinggalkan. Yang khawatir, jika mereka menyerah dari kezhaliman, akan menjadikan perjuangan ini melemah, karena para Ulama ibarat pembawa bendera dalam sebuah perperangan. Merekalah para ulama penyemangat juang para pencinta sorga.

* Kriminalisasi yang diterima Habib Riziq saat ini sudah lama saya bayangkan akan terjadi, saat-saat mula Si Penista agama mulai meracuni keharmonisan tatanan kerukunan di negeri ini.  Bahkan saya memprediksi jika saja Si Penista Hoax itu menang dalam pemilu Pilkada kemaren, kriminalisasi yang akan diterima para ulama akan lebih keji dari yang sekarang kita saksikan _Wallahu 'alam_. Namun Allah SWT maha kuasa dengan segala kehendaknya, Allah memenangkan pemimpin muslim.

Pada awal-awal kasus ini muncul, saya pernah menulis tulisan diatas. Melalui tulisan ini saya meyakini bahwa Ulama dan Jeruji besi dua sahabat yang tak terpisahkan. Bukan mereka para Ulama yang mengharapkan hal itu, akan tetapi perjuanganlah yang menuntut mereka untuk selalu bersahabat dengan jeruji besi.

Minggu, 18 Desember 2016

PEREMAJANISASIAN


Peremajanisasian seorang pemuda telah menjadikan diri pemuda tidak produktif dan senantiasa menunggu masa yang pas untuk berkarya dan berbuat. Mereka senantiasa menunggu masa matang untuk mau berbuat. Akhirnya sifat ini menjadikan manusia-manusia yang semesti bisa berbuat banyak tidak bisa menhasilkan apa-apa.

Atau seseorang yang berpikir, masa muda adalah masanya untuk bersenang-senang dan masa tua adalah waktunya untuk bekerja.

Namun lupakah kita, bahwa pemuda-pemuda islam pada zaman yang diberkahi telah menjadi orang-orang yang sangat berpengaruh di dunia islam pada saat mereka masih berusia sangat muda dan sangat muda.

ABDURRAHMAN AN-NASIR. Pada usia 21 tahun, ia telah memimpin Andalusia, pusat kekuasaan Islam saat itu. Sejarah mencatat, pada era kepemimpinan Abdurrahman An-Nasir, Andalusia mencapai masa keemasannya. Ia menjadi pengambil keputusan dalam berbagai urusan kenegaraan. Dari tangannya muncul kebangkitan-kebangkitan keilmuan yang selama ini terhenti. Maka saat itu Andalusia menjadi Negara yang sangat kuat, sehingga daerah kekuasaan Andalusia saat itu meluas hingga ke daratan Eropa

Atau pernahkah kita mendengan seorang pemuda yang pernah di ceritakan oleh Rasulullah akan lahir dimana tidak aka nada yang bisa menaklukkannya keculai dibawah pimpinan pemuda ini. ialah Muhammad al faith, pada usia yang masih menginjak 22 tahun telah Menakhlukkan konstatinopel ibu kota kerajaan bizantium yang tak ada satupun dari raja dan tentara yang sebelumnya yang bisa menakhlukkannya. Ialah sebaik-baik panglima perang yang pernah diceritakan Rasulullah saw dan ingat ia saat itu masih berusia 22 tahun.

Atau pernahkah kita mendengan seorang yang di percaya memimpin sebuah pauskan perang yang di dalam pasukan tersebut berdiri orang-orang yang sangat disegani dan dekat dengan Rasulullah saw ialah Usamah bin ziyad. Seorang pemuda yang masih  berumur 18 tahun telah memimpin pasuka muslimin yang pada saat itu di antara pasukann yang di pimpinnya ada pada sahabat senior seperti Abu Bakar, Umar yang merupakan semulia-muliah tentara islam. Namun semnagtnya dan kegagahannya mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang mulia dan dicintai Rasulullah.

Ataukah kita pernah mendengar seorang pemuda yang bernama Muhammad Alqosim yang pada umur 21 tahun telah menakhlukkan Negara ( السند) , dan ia merupakan pemimpin pasukan terbesar pada masanya

Ataukah kita pernah mendengar seorang pemuda yang bernama Saad bin Abi Waqos yang pada umurnya yang ke 17 tahun telah dinobatkan sebagai orang yang pertama kali menggunakan panah jihad di jalan Allah.

Ataukah kita pernah mendengar seorang pemuda yang bernama Al arqom bin Abi Al Arqom yang pada umurnya yang ke 16 tahun telah menjadikan rumahnya sebagai tempat tinggal nabi dan tempat dakwah pertma sekali selama 13 tahun berturut-turut.

Ataukah kita pernah mendengan seorang pemuda dengan semangat jidanya mejdai orang yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan allah. Ialah Zubair bin Awam, yang  pada saat itu masih sangat muda, ia berumur 15 tahun . bukan hanya itu ia juag dinobatkan sebagai jubirnya Rasulullah SAW dalam urusan perpolitikan dan kenegaraan. Ingat saat itu Zubair bin Awam adalah seorang pemuda yang sangat belia.

Ataukah kita pernah mendengar cerita dua orang remaja tangguh yang ikut bergabung dalam pasukan muslimi dalam perang badar. Ialah muaz bin ammru bin al jumuh seorang remaja berumur 13 tahun dan Muawwaz bin 'Afra' yang masih berumur 14 tahun. Saat memasuki barisan kaum muslimin dan berhadapan dengan musuh, hal yang pertama yang mereka tanyakan adalah mana yang namanya Abu jahal dan mereka ingin membunuhnya. Mungkin saat itu sebagian sahabat yang ikut bergabung tidak mempercayai dua orang anak kecil ingin membunuh seorang yang sangat kuat dan terpaut umur yang sangat berbeda dengan mereka. namun berkat izin Allah mereka berhasil merenggut nyawa musuh isalam terbesar itu hingga Abu jahal mati di tangan mereka berdua.

Atau kita kenal dengan Zaid bin sabit yang  pada umur 13 tahun. Menjadi penulis wahyu dan mempelajari bahasa suryaniyah dan yahudiah dalam 17 malam. Kemudian menjadi penerjemahnya rasulullah dan penghaal al-quran dan mengumpulkan semua Al quran. Awalnya ia minta izin kepada ibunya agar diizinkan ikut berperang. Namun ibunya kemudian mengantarkannya menemui rasulullah agar diizinkan untuk ikut berperang. Namun rasulullah tidak mengizinkannya karena masih sangat belia. Akhirnya ibu zaid bin stabit meminta sesuatu yang mungkin bisa dilakukan anaknya namun pahalanya sama dengan pahala jihad di jalan Allah. Akhirnya rasulullah memintanya agar menuntut ilmu mempelajari bahasa suryani dan yahudi yang dikenal sebagai bahasa yang sangat sulit sampai orang-orang yang pergi berjihad pulang. Namun zaid bin tsabit tidak butuh waktu lama. Hanya butuh waktu satu minggu ia bisa menguasa kedua bahasa itu dengan sempurna.

Inilah contoh pemuda-pemuda yang bercahaya dimasanya. Mereka tidak ada menjadikan masa untuk bersenang senang sebagaimana banyak anggapan pemuda zaman ini. namun kehidupan mereka penuh karya dan pengabdian sehingga sejarahpun mencatat ditinta emasnya pengorbanan dan pengabdian mereka.

Jika kita berharap tinta emas akan menuliskan setiap jejak langkah kita, maka berbuatlah dari sekarang. Karena semua kita berhak mendapatkan goresan tinta emas itu, namun sanggupkan kita menggoseskannya sehingga akan dikenang dan di tauladani setiap orang setelah kita.

Kitalah pelaku sejarah yang sesungghunyanya. Jadikanlah setiap usaha kita memberikan bekas dan pengaruh bagi orang lain. Jangan sampai sepeninggalan kita hanya dua saja kata yang tertulis kenangan tentang kita yaitu tulisan nama dan tahun wafat pada batu nisan.

Ingat segeralah berbuat, karena masa muda adalah masamu yang sebenarnya.



Bercita-citalah


Pada tahun 2004 saat saya masih menduduki kelas satu Tsanawiyah, pada pertemuan pertama  pelajaran Bahasa Indonesia, ibu guru menanyai kami, apa cita-cita kalian?. Saya dengan polos mengatakan " Saya ingin jadi ustaz Bu?". Sontak seisi kelas ketawa karena memang terdengar aneh. Baru kali ini orang yang ingin jadi ustaz di saat semua orang ingin jadi dokter, pilot, tentara, hakim, presiden dan lain sebagianya. Memang saat itu memang lebih dikenal kalau menjadi seorang ustaz bukanlah cita-cita banyak orang. Mereka hanya bekerja dengan gaji yang tidak pernah tetap bahkan tidak pernah ada. Kehidupannya jauh dari kekayaan, tidak punya mobil, hp, rumah bahkan makanpun susah. Saya tahu itu. Namun ayah saya mendidik semua hal yang ada didunia adalah hal yang sementara. Sementara kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal.

 Namun disaat teman-teman saya tertawa, saya melihat sesuatu yang berbeda muncul dari raut wajah ibuk guru. Seolah-olah dari bola matanya terpancar rasa yang berbeda. Hampir saja saat itu beliau meneteskan air mata. Saya juga tidak paham saat itu. bukan malah sama dengan teman-teman saya yang lain.

 " inilah sebenarnya cita-cita tertinggi yang setelahnya tidak ada lagi yang bisa mencapainya" ibu guru malah menyemangatiku.

Namun semua ini menjadi tanda tanya bagi saya sehingga mengetahui jawabannya ketika saya terbang menjau dari bumi pertiwi menuju tanahnya nabi musa demi sebuah cita-cita menjadi seorang ustaz.

Akhirnya saya sadar apa yang di katakana oleh ibu guru saat di tsanawiyah dulu. Gelar ustaz adalah gelar tertinggi yang di berikan kepada seseorang oleh universitas terhadap karya yang dihasilkannya. Bahkan gelar ustaz ini lebih tinggi dari pada gelar seorang doctor. Di tanah arab gelar ustaz ini adalah gelar untuk seorang Professor.

###

Bercita-citalah, karena bisa jadi hal yang pernah kita impikan merupakan hal yang sangat besar yang tak banyak diketahui oleh orang-orang.

Hidup dengan cita-cita bagaikan seseorang yang berjalan dengan tujuan yang jelas dan orang yang hidup tanpa cita-cita bagaikan orang yang hidup tanpa tujuan yang jelas.

Cita-cita akan menjadikan seorang kuat dalam berjalan, akan menjadikan semangat saat dalam berusaha dan akan menjadikan tantangan jadi mudah. Kenikmatan seseungguhnya tidak akan pernah mereka rasakan sehingga mereka mencapai apa yang mereka cita-citakan. Mereka akan mengorbankan segalanya demi sebuah target dan cita-cita. Sehingga nyawa sekalipun akan dikorbankan demi sebuah cita-cita yang mulia.

Adakah kita melihat seseorang yang memiliki cita-cita untuk mengahfalkan Al-quran kalamullah. Meraka kadang tidak pernah tidur siang ataupun malam kecuali hanya beberapa jam saja, mereka rela makan dengan keterbatasan karena memang mereka tidak memiliki waktu selain dengan al-quran, mereka bahkan memutuskan hubungan dengan dunia luar leawat media social yang ada. Mereka akhirnya meninggalkan semua kesenangan dunia dan isinya demi sebuah cita-cita yang mulia, menjadi Ahlullah fil ardi.

Sebagaimana di jelaskan oleh hadis bahwa Allah swt memiliki keluarga di langit dan di bumi. Keluarga allah di langit adalah para malaikat dan keluarga allah di dunia adalah para penghafal al-quran.

Bagaimana mungkin mereka rela mengenyampingkankan semuanya dan mengorbankan semuanyanya, karena mereka tahu tujuan mereka hanya satu menjadi penghafal al-quran dan menjadi keluarga allah yang ada di muka bumi ini.  

Atau adakah kita mendengar kisah-kisah heroik para pejuang islam di medan tempur bertarung melawan musuh hingga harta dan nyawapun menjadi taruhan, karena kekuatan sebuah impian yaitu cita-cita mendapatkan gelar syahid di mata allah.

Dikisahkan seorang sahabat yang pada siang harinya melaksanakan acara pernikahan dan tentunya malam harinya adalah malam yang sangat berbahagia bagi mereka pasangan penganten baru. Namun ketika mereka berdua masih dalam buayan asmara, terdengarlah seruan jihad yang membuatnya bangun indahnya malam mereka berdua dan minta izin kepada istrinya untuk keluar berjihad. Bahkan saat itu ia belum sempat mensucikan dirinya sehabis bermulan madu dengan isterinya. Akhirnya cita-cita muliannya menjemput sahid berakhir di medan pertempurang. Sungguh saat ia meninggal syahid di jalan Allah dalam keadaan junub, Allah SWT memerintahkan para malaikatnya sendiri untuk memandikan jasad suci penghuni syurga dengan gelar syahid yang ia sandang.

Begitulah kekuatan sebuah cita-cita.
Seorang yang bercita-cita mengahafal al-quran akan rela meninggalkan kesenangan dunia demi cita-citanya. Seorang yang berangkat ke medan jidah demi cita-cita syahid dijalannua akan tidak pernah gentar dengan tajamnya pedang dan kuatnya lawan demi sebuah cita-cita mendapatkan gelar syahid dimata Allah SWT.

Seorang yang bercita-cita menjadi dokter akan bersungguh-sungguh dalam menguasai semua hal yang berkaitan dengan kedokteran. Mereka rela mengeluarkan uang jutaan bahkan ratusan juta rupiah demi sebuah cita-cita menjadi seorang dokter.

Seorang yang beercita-cita menajdi insinur akan menekuni ilmu yang berkaitan dengannya. Semuanya terencana.

Ingat, cita-citamu adalah peta perjalananmu. Kehilangan cita-cita sama dengan seseorang yang berjalan tanpa peta.


Selamat merancang cita-cita.